![]() |
| Rudal C705 Buatan China Mengecewakan |
Presiden Joko Widodo menjadi saksi peluru kendali buatan Tiongkok mengalami delay saat ditembakkan dan tak mengenai sasaran.
Hal tersebut berlangsung dalam Latihan Perang TNI AL Armada Jaya pada Rabu (14/9/2016). Belum diketahui persis kenapa rudal C705 lambat meledak dan tak menghancurkan target.
Presiden Jokowi menyaksikan peluncuran rudal di atas KRI Celurit melalui layar monitor. Dari layar itu bisa terlihat rudal melesat dan menghancurkan sasaran.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan KSAL Laksamana TNI Ade Supandi tampak mendampingi Presiden Jokowi. Mereka sempat turun ke geladak tempat pendaratan heli.
Informasi yang diterima SURYA.co.id, ada teknisi dan penanggungjawab asal Tiongkok saat rudal buatan mereka mengalami delay saat ditembakkan sesuai waktu yang sudah ditentukan.
"Ada tombol fire yang menjadi penentu penembakan rudal. Namun tombol itu gagal berfungsi secara baik," ujar seorang perwira yang paham soal rudal.
Tidak hanya delay, uji coba rudal pertama kali juga tak mengenai sasaran yang sudah ditentukan.
Hal tersebut berlangsung dalam Latihan Perang TNI AL Armada Jaya pada Rabu (14/9/2016). Belum diketahui persis kenapa rudal C705 lambat meledak dan tak menghancurkan target.
Presiden Jokowi menyaksikan peluncuran rudal di atas KRI Celurit melalui layar monitor. Dari layar itu bisa terlihat rudal melesat dan menghancurkan sasaran.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan KSAL Laksamana TNI Ade Supandi tampak mendampingi Presiden Jokowi. Mereka sempat turun ke geladak tempat pendaratan heli.
Informasi yang diterima SURYA.co.id, ada teknisi dan penanggungjawab asal Tiongkok saat rudal buatan mereka mengalami delay saat ditembakkan sesuai waktu yang sudah ditentukan.
"Ada tombol fire yang menjadi penentu penembakan rudal. Namun tombol itu gagal berfungsi secara baik," ujar seorang perwira yang paham soal rudal.
Tidak hanya delay, uji coba rudal pertama kali juga tak mengenai sasaran yang sudah ditentukan.
Direktur Latihan Armada Jaya, Laksmana Muda Tri Wahyudi, belum mendapat laporan akan akurasi rudal yang ditembakkan ke sasaran.
Sesuai spesifikasinya, rudal ini diklaim mampu menghantam sasaran dalam waktu tempuh 3 menit 24 detik, namun saat uji coba terlambat hingga lima menit.
Saat ditanya apakah rudal yang dimaksud mengenai sasaran, Tri Wahyudi, mengaku belum tahu.
Seorang perwira mengatakan posisi kapal tanpa awak yang siap dihancurkan dan jadi target sasaran rudal C705 masih utuh mengapung di Selat Karimata.
Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2016/09/15/presiden-jokowi-saksikan-rudal-buatan-tiongkok-terlambat-melesat-dan-tak-sampai-sasaran?page=2
Sesuai spesifikasinya, rudal ini diklaim mampu menghantam sasaran dalam waktu tempuh 3 menit 24 detik, namun saat uji coba terlambat hingga lima menit.
Saat ditanya apakah rudal yang dimaksud mengenai sasaran, Tri Wahyudi, mengaku belum tahu.
Seorang perwira mengatakan posisi kapal tanpa awak yang siap dihancurkan dan jadi target sasaran rudal C705 masih utuh mengapung di Selat Karimata.
Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2016/09/15/presiden-jokowi-saksikan-rudal-buatan-tiongkok-terlambat-melesat-dan-tak-sampai-sasaran?page=2
Dari artikel artikel ini bagaimana yang anda rasakan, inilah yang akan kami perbuat jika nanti semua inject tidak work dan tidak ada lagi bug yang bisa diexpose, semua bisa diselesaikan dengan kekerasan, tidak perlu otak yang penting kita punya senjata dan peralatan perang yang memadai dan didukung oleh jumlah penduduk yang banyak seperti di indonesia ini , maka kita sudah punya model yang cukup besar untuk dapat berkompetisi di dunia jika nantinya memang benar akan ada perang.. maka jangan lupa siapkan amunisi dan senjata ya republik indonesia tercinta, jangan gunakan uang negera untuk keperluan pribadi tapi gunakanlah uang negara untuk keperlu militer jika nanti disaat saat darurat hal ini terjadi, bagaimana menurut pendapat anda.??

0 Response to "Jokowi Saksikan Rudal Buatan Tiongkok Terlambat Melesat dan Tak Sampai Sasaran Semua Bisa Dengan Kekerasan"
Post a Comment